Sergio Van Dijk Ingin bawa Indonesia Juara Piala Dunia



- Sebelum resmi dinaturalisasi Januari silam, penyerang Persib Bandung Sergio van Dijk merupakan warga Belanda. Pasalnya, SvD lahir dan besar di negara yang identik dengan kincir angin tersebut.

Dia pun membeberkan alasan, kenapa sekarang dirinya memutuskan untuk menjadi WNI dan meninggalkan kewarganegaraan lamanya. SvD mengaku, selain karena memiliki darah Indonesia dari ibunya, keinginannya untuk membela tim nasional memberikan andil kenapa dirinya memilih pindah kewarganegaraan.

Pasalnya, selama berstatus sebagai warga negara kincir angin, pemain berusia 30 tahun ini mengaku belum sekalipun merasakan kostum timnas. "Saya punya perasaan bagus untuk Indonesia. Saya suka culture (budaya) Indonesia. Saya punya darah Indonesia juga. Karena itu saya senang, bisa membela timnas juga. Soalnya saya belum pernah bermain untuk timnas di Belanda. Dulu umur 14 pernah masuk, tapi itu pre-selection. Di Belanda pemain bagus banyak, karena itu saya belum masuk," aku Sergio.

Soal keinginannya untuk membela timnas Indonesia yang sudah di depan mata, mantan pemain Adelaide United ini berharap mendapat restu dari manajemen Persib. "Saya ingin main bagus di Persib dulu. Tapi saya mau ke timnas, kalau Persib kasih izin," ucapnya.

Kini sudah mendapat restu, Van Dijk pun mengaku siap bergabung dengan seluruh pemain terbaik di Indonesia. Dia berharap, mampu mengharumkan nama bangsa di ajang yang diikuti.

"Saya ingin menang Piala Asia dan Piala Dunia. Mungkin itu terlalu cepat. Tapi saya senang, karena bisa main bersama dengan pemain terbaik di Indonesia. Mudah-mudahan

kami bisa bawa sepakbola Indonesia maju, ke Asia. Habis itu dunia," tandasnya.[af]
READMORE
 

Laga Gresik United vs Arema disaksikan pelatih Timnas , Luis Manuel Blanco



Pelatih timnas asal Argentina Luis Blanco mulai bergerilya memantau pemain yang dipersiapkan jelang menghadapi Arab Saudi di ajang Pra Piala Asia. Salah satu tempat yang dijadikan referensi untuk mencari pemain adalah Gresik yang kebetulan ada pertandingan Persegres melawan Arema Cronous, Kamis (7/03/2013).

Menurut Luis Blanco, alasan dirinya terjun langsung melihat kemampuan pemain karena waktu persiapan seleksi pemain yang terlalu mepet. "Dengan waktu yang mepet, saya sengaja melihat sendiri pemain yang akan diseleksi sebagai persiapan menghadapi Arab Saudi," ujarnya kepada wartawan.

Diakui Luis Blanco, ada beberapa pemain yang akan dijaring mengikuti seleksi dari 50 pemain gabungan dari ISL maupun IPL. "Semua pemain yang mengikuti kompetisi, saya akan pantau terus baik untuk mendapatkan pemain terbaik," tandasnya.

Saat ditanya dari 50 pemain yang akan mengikuti seleksi bakal diciutkan jadi berapa pemain. Menurut Luis Blanco, sesuai standar FIFA nantinya dipilih 23 pemain.

"Untuk sementara saya memilih 23 pemain dulu. Tapi, tidak menutup kemungkinan bakal ada bongkar pasang pemain lagi," ungkapnya.

Rencananya, dalam metode latihan selama seleksi. Pelatih timnas asal Argentina itu akan memberikan menu latihan 2 kali sehari baik itu praktek di lapangan maupun teori di kelas.

"Dengan waktu singkat, saya membutuhkan pemain yang berpengalaman. Selain itu, menghadapi tim besar semacam Arab Saudi. Saya selalu menargetkan kemenangan di setiap pemain dengan cara memupuk mental pemain agar selalu tertanam jiwa mental yang selalu menang," ungkapnya.(sf)
READMORE
 

Greg Nwokol0 : Mendingan Saya gak Usah Gabung Timnas Dulu



Setiap pesepakbola pasti berharap bisa memperkuat Timnas. Begitu pula striker Arema Cronous, Greg Nwokolo. Nama pemain kelahiran Nigeria ini termasuk dalam 58 pemain yang dipanggil Timnas. Dia diproyeksikan memperkuat Timnas saat bertanding menjamu Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Asia 2015. Tapi dia berharap kali ini tidak memperkuat Timnas. “Saya pikir, lebih baik saya tidak pergi ke timnas dulu,” kata Greg, Selasa (12/3/2013).

Greg memiliki alasan lain absen memperkuat Timnas. Cedera betis kanannya baru saja pulih. Dia khawatir tidak bisa tampil optimal saat bertanding lawan Arab Saudi, 23 Maret 2013. Dia perlu memantau perkembangan cederanya dulu sebelum memastikan diri bergabung di Timnas. Makanya dia berharap bisa memperkuat Arema Cronous dalam beberapa pertandingan lagi. “Kalau sudah beberapa kali main di klub, baru saya siap tampil di timnas,” tambahnya. Greg memastikan manajemen sudah memahami kondisinya. Apalagi manajemen pimpinan Ruddy Widodo tersebut sudah berkomunikasi dengan Badan Tim Nasional (BTN). -(da)
READMORE
 

FIFA Belum Izinkan Stefano Lilypaly Bela Timnas



Pecinta Timnas Indonesia rupanya masih harus bersabar menyaksikan aksi gelandang naturalisasi asal Belanda, Stefano Lilypaly. Penyebabnya, hingga kini FIFA belum mengirimkan konfirmasi soal keabsahan Stefano membela timnas saat melawan Arab Saudi dalam lanjutan Pra Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 23 Maret mendatang.


Belum adanya konfirmasi oleh FIFA diakui oleh perwakilan Badan Tim Nasional, Habil Marati saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/3).  Namun demikian, Habil yakin Stefano bisa membela timnas karena dokumennya sudah diurus sejak lama.

"Sudah lama kita urus, sejak beberapa bulan lalu bahkan sudah rampung. Tinggal tunggu saja konfirmasi dari FIFA kalau Stefano bisa diturunkan," ungkap Habil.

Informasi yang dihimpun, batu ganjalan tidak bisanya Stefano membela timnas adalah karena PSSI belum menerima rekam jejak pemain Almere City (tim Divisi Dua Liga Belanda) tersebut dari federasi sepakbola Belanda KNVB. 

Sesuai dengan aturan FIFA, pemain naturalisasi bisa memperkuat timnas negaranya yang baru asalkan sang pemain belum mencetak satu penampilan pun di timnas senior di negara sebelumya.

Sekjen PSSI Hadiyandra yang ikut dikonfirmasi terkait hal ini menyatakan menyerahkan seluruhnya ke BTN. "Saya tidak tahu perihal administrasi Stefano. Coba cek di BTN," ujar Hadiyandra. (adn)
READMORE
 

Bonek vs Arema : Bonek Duluan Menyerang Aremania , 1 Bonek Tewas



Bentrok dua kelompok suporter pecah di Sidoarjo, Surabaya dan Gresik, kemarin. Tawuran itu mengakibatkan satu suporter tewas, puluhan orang terluka, puluhan rumah rusak, dan satu sepeda motor hangus dibakar. Tak hanya itu, akses tol Surabaya-Sidoarjo juga sempat ditutup dan macet beberapa jam.


Bentrok itu melibatkan suporter Arema Malang Aremania dengan pendukung Persebaya Surabaya, Bonek. 

Aroma tawuran sejatinya sudah tercium sejak siang saat rombongan Aremania yang naik 20 bus dan puluhan mobil pribadi masuk ke Tol Porong-Surabaya sekitar pukul 11.30. Ketika itu, di beberapa jembatan yang melintang di atas tol tampak beberapa pemuda beratribut hijau.        

Jumlah terbanyak berada di KM 18 yang masuk wilayah Wage, Taman, Sidoarjo. Di titik itupula bentrokan pertama pecah. 

Informasinya saat itu puluhan suporter beratribut hijau yang identik dengan bonek melempar rombongan bus Aremania dengan batu dari atas jembatan. Lemparan diikuti oleh mereka yang berada di pinggir pembatas tol. 

Aksi itu ternyata mendapat balasan. Rombongan Aremania berhenti dan turun dari kendaraan. "Mereka lalu terlibat aksi saling lempar dan kejar-kejaran," terang Kapolsek Taman, Sidoarjo Kompol Fathoni. 

Menang jumlah suporter Aremania merangsek ke depan hingga keluar tol. Saat ramai-ramai itu ada seorang pengendara motor Honda Beat nopol W 5119 ST bernama Hendra Andiawan, 22 yang melintas di flyover. 

Karena takut menjadi korban bentrokan, pria asal Tulangan, Sidoarjo menyelamatkan diri dengan meninggalkan motornya. Dalam situasi itulah motor Hendra dibakar puluhan suporter Aremania. 

"Sebenarnya aparat sudah melakukan pengamanan dan pencegahan," kata Fathoni. Setelah peristiwa itu polisi pun bergegas menetralisir dan meminta Aremania melanjutkan perjalanan.         

Reda di Sidoarjo, bentrok ternyata berlanjut di Surabaya. Sekitar pukul 13.00, rombongan Aremania sampai di KM 7 yang berada di kawasan Kupang Indah. Di sini kerusuhan kembali pecah. Entah apa yang menjadi pemicunya. Namun sejumlah Aremania turun dari kendaraan yang mereka tumpangi.

Ratusan supporter asal Malang itu merangsek keluar tol menuju Jalan Raya Kupang Indah. Sejumlah mobil yang melintas di rusak. Tak cukup di situ, sebuah depo air isi ulang franchise dirusak. Kacanya dipecah dan sejumlah orang melakukan sweeping di dalam depo tersebut.

Rizal salah satu karyawan mengatakan, saat mengetahui kelompok suporter beratribut biru-biru melempari deponya, dia langsung masuk sembari menyelamatkan uang di laci meja. Dia bersama sejumlah karyawan perempuan sembunyi di bagian dalam depo.

"Saya dari luar terdengar perempuan teriak-teriak minta tolong. Saya tidak tahu perempuan itu diapakan, kami takut keluar," ujar Rizal. Ternyata beberapa orang saksi mata mengatakan perempuan yang teriak itu seorang mahasiswi yang dianiaya kelompok suporter yang sama.      

"Tadi sini ini perempuan itu dikeroyok," ujar Sadikin, salah seorang juru parkir. Dia juga tak berani bertindak karena jumlah Aremania yang banyak. Tak cukup disitu, ketika kembali masuk ke tol dan melaju ke utara kelompok suporter ini kembali membuat ulah.     

Tepatnya di KM 6 yang berada di kawasan kampung Simo Gunung Barat Tol. Di sana ratusan Aremania yang sebelumnya berulah di Kupang Indah kembali turun dari tol. Mereka menyerang warga dengan senjata tajam dan melempari batu.     

Salah satu korban pelemparan ialah Sutrisno, 20. Pemuda ini sebenarnya melintas di jalan itu untuk hendak pulang ke arah Girilaya. "Saya ndak tahu apa-apa, lewat sini terus diserang. Kepala saya dilempar batu dan dipukuli," ujar Sutrisno. Dia mengalami luka bocor di pelipis kirinya.     

Secara brutal Aremania juga menyerbu warga yang terlihat didepannya. Itu disampaikan Ayu, seorang ibu yang kemarin terlihat sesenggukan sembari membawa bayinya. Ayu mengatakan saat itu dia menyuapi anaknya sembari ngobrol dengan tetangganya. "Tiba-tiba datang lemparan batu ke arah bayi saya," paparnya.     

Merangseknya Aremania keluar dari tol menunjukkan kecolongannya PJR Polda Jatim. Sebab sejak melintas di KM 7, tak terlihat pengawalan dari polisi. "Kami tidak diberitahu soal rombongan suporter dari Malang yang melintas. Tiba-tiba saja ada insiden di wilayah kami," ujar salah seorang perwira polisi di Sukomanunggal.     

PJR Polda Jatim memang sengaja tidak mengawal rombongan Aremania saat melintas di wilayah Surabaya. Alasan mereka, suporter itu dibawa dengan kendaraan tertutup. "Ini benar-benar di luar dugaan," kata Panit PJR 2 Polda Jatim Iptu Sigit.      

Untuk menghindari kejadian serupa, PJR Polda Jatim terpaksa menutup tol untuk sementara. Penutupan dilakukan sejak pukul 18.00 kemarin malam. Massa dari Aremania pun dikawal balik melalui Lamongan-Mojokerto hingga tiba di Malang.    

Meski begitu, sejumlah bonek tetap siaga di beberapa titik tol. Mereka bahkan sempat dihalau dan dibubarkan dengan tembakan gas air mata oleh polisi. 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun menenangkan warganya. Risma sempat menemui bonek di tol. Akibat kerusuhan ini seluruh tol Waru " Perak macet total. Bahkan sejumlah kendaraan dipaksa keluar dari tol untuk memasuki jalanan kota.(gr)

Kronologis

- Sekitar pukul 11.30 rombongan Aremania yang menumpang bus dan kendaraan pribadi masuk Tol Porong-Sidoarjo. 

- Saat memasuki KM 18 sekitar pukul 12.00 rombongan mereka ditimpuki batu dari atas jembatan dan pembatas tol oleh oknum suporter Persebaya Bonek

- Aremania mencoba membalas dengan turun dari kendaraan. Sempat terjadi saling lempar dan kejar-kejaraan diantara kedua kelompok suporter tersebut. 

- Saat itu ada pengendara motor yang lewat. Karena ketakutan dia meninggalkan motornya. Oknum suporter Aremania membakar motor tersebut. 

- Polisi dari PJR dan Polsek Taman lalu datang segera melakukan pengamanan. Setelah itu rombongan Aremania melanjutkan perjalanan ke Gresik melalui Surabaya

- Di KM 7 arah Utara, Aremania turun di tol dan merangsek keluar tol. Mereka merusak sejumlah rumah dan kendaraan

- Di KM 6 Aremania kembali turun di tol dan merangsek menyerang warga Simo Gunung Barat Tol.
READMORE
 

Barito Putra vs Persiram = 2-2 , Dedy Hartono Selamatkan Tuan Rumah


Kedigdayaan Barito Putera saat melakoni laga kandang di Indonesia Super League 2012/2013 sedikit tertahan. Untuk pertama kalinya di musim ini, Laskar Antasari gagal meraih poin penuh, saat ditahan imbang Persiram Raja Ampat 2-2 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Rabu (13/3).
Setelah hanya bermain imbang 0-0 di babak pertama, kedua kesebelasan saling kejar mengejar gol di babak kedua. Pada babak pertama tersebut, tuan rumah sudah dua kali melakukan pergantian pemain. Menit 27 Sugeng Wahyudi keluar digantikan Nehemia Sollosa dan di menit 45 Sackie Doe keluar digantikan Yongki Aribowo.
Persiram membuka keunggulan pada menit ke-49 melalui Moses Banggo. Namun, tidak lama berselang, striker Barito Putera, Yongki Aribowo, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, lewat golnya pada menit ke-53.
Reaksi cepat langsung dilakukan oleh para pemain Dewa Laut, julukan Persiram. Striker asal Liberia, James Koko Lomell, kembali membuat pendukung Barito Putera terdiam, setelah membawa timnya unggul 2-1, lewat golnya pada menit ke-61.
Tim tuan akhirnya terhindar dari kekalahan memalukan, setelah Dedy Hartono mencetak gol penyama kedudukan. Skor 2-2 bertahan hingga akhir pertandingan.
“Para pemain tampil di bawah performa terbaiknya. Setelah kemasukan gol pertama, terlihat para pemain menjadi panik,” ungkap Yunan Helmi, asisten pelatih Barito, usai pertandingan.
Sedangkan kubu Persiram sangat mensyukuri hasil imbang 2-2 ini. Ini merupakan poin kedua bagi Persiram dalam lawatannya ke Kalimantan, setelah sebelumnya menahan imbang tuan rumah Persiba 2-2.
“Raihan satu  poin ini patut kita syukuri. Hasil ini juga sudah sesuai dengan apa yang kita targetkan sebelumnya. Saya beri apresiasi kepada para pemain yang mampu menjalankan instruksi dengan baik,” kata Jaya Hartono, pelatih Persiram Raja Ampat.
Hasil ini juga membuat Persiram selalu meraih satu poin dalam lima laga terakhirnya di musim ini.(fh)
READMORE